PETIR | PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
Beranda Tentang Kami Berita
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    Pencarian
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • Bursa Efek Indonesia
    Alat
    • Mendeley
    • Zotero
    • Publish or Perish
    • Vos Viewer
    Sumber Belajar
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
  • Bantuan
    • Member Area
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Berita
    • Bantuan

    PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

    NPP: 3371011L1000001


    Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.


    Pencarian Lanjutan
    Pencarian Spesifik

    PETIR

    Dee Lestari - Nama Orang;

    Text · 2012

    Kota Bandung, seorang anak sebatang kara bernama Elektra Wijaya, baru saja kehilangan segalanya. Elektra kehilangan ibunya sejak lama, dan ayahnya baru-baru saja. Kakaknya, Watti, menikah dan pindah ikut suaminya ke Tembagapura. Elektra sendirian mengurus rumah besar dan berantakan peninggalan Wijaya Elektronik, usaha ayahnya yang tidak menguntungkan.

    Elektra bertahan hidup dari celengan yang ia kumpulkan sejak kecil. Pilihan terakhir adalah menjual rumahnya. Dan, Elektra masih mencoba bertahan. Ia menjajaki berbagai pilihan mitra bisnis, dari mulai MLM sampai toko roti, tapi tidak ada yang berhasil.

    Sebuah surat kaleng datang satu hari. Sebuah institusi pendidikan gaibmenawarinya posisi dosen. Awalnya, Elektra ketakutan, tapi karena terpepet ingin cari kerja, ia berubah pikiran. Surat kaleng itu akhirnya membawa Elektra berkenalan dengan Ibu Sati, seorang pemilik toko barang-barang ritual, yang memberi perhatian ekstra kepada Elektra. Sebuah insiden dengan seorang dukun bernama Ni Asih yang sempat Elektra mintai nasihat akhirnya juga membuka potensi misterius yang Elektra tak pernah tahu asalnya dari mana. Ia bisa menyetrum orang.

    Alih-alih mendapatkan pekerjaan, Elektra malah kecanduan chatting ke warnet. Elektra yang selalu kuper dan tidak punya teman mendapatkan dunia pertemanan baru lewat internet. Pada satu titik, fisiknya ambruk. Elektra lalu dirawat oleh Ibu Sati. Selama berada di rumah Ibu Sati, Elektra belajar meditasi dan pernapasan. Ibu Sati juga mencetuskan ide bisnis kepada Elektra. Dengan bantuan temannya, Kewoy, Elektra berkenalan dengan hacker sekaligus entrepreneur bernama Mpret yang terkenal jago membidani bisnis warnet.

    Mpret jatuh cinta kepada rumah Elektra yang besar dan lokasinya strategis. Mereka pun bermitra. Rumah Elektra dijadikan warnet sekaligus tempat nongkrong bernama Elektra Pop yang sukses dan ramai dikunjungi anak-anak muda Bandung. Hidup Elektra mulai berbalik. Namun, masih ada masalah yang tersimpan di dalam tubuhnya sendiri.

    Elektra kembali jatuh sakit, dan tak sengaja ia menyetrum teman-temannya. Insiden itu memaksanya kembali ke Ibu Sati. Barulah Ibu Sati sedikit demi sedikit mengungkap potensi Elektra yang selama ini tersimpan. Ia menyarankan Elektra menjadi penyembuh, agar kelebihannya dapat tersalurkan secara konstruktif.

    Di tengah-tengah kesibukan Elektra Pop, Elektra mulai praktik kecil-kecilan sebagai penyembuh. Ternyata potensinya tidak berhenti di sana. Elektra menemukan bahwa ia bisa menembus dan membaca memori seseorang.

    Satu hari, sepupu Mpret bernama Bong, datang ke Elektra Pop. Kepada Elektra, ia meminta tolong untuk menyembuhkan sahabatnya, Bodhi, yang meski sehat Bodhi selalu kelihatan tersiksa. Elektra menyanggupi.

    Di Jakarta, pasangan Dimas dan Reuben mendapat surel dari seseorang bernama Gio Alvarado, yang melaporkan bahwa perempuan bernama Diva Anastasia telah hilang. Diva mencantumkan alamat surel Dimas di daftar emergency. Dimas, yang tak pernah mengenal Diva secara langsung, tersadar bahwa ada misteri menarik baginya dan Reuben.

    Penanda Bagikan
    Image of PETIR

    About this edition
    Edisi: -
    ISBN/ISSN: 9786028811736
    Page count: x + 286 hal ; 13,5 x 20, cm
    Published: 2012
    Format: -
    Penerbit: PT Bentang Pustaka,
    Bahasa: Indonesia
    Ketersediaan
    #
    My Library (Rak Buku) (800) 8. 992.213
    00000000183
    Tersedia
    Subjek
    fiksi indonesia
    novel fantasi
    Versi lain/terkait

    Tidak tersedia versi lain

    Lampiran Berkas
    Tidak Ada Data
    Komentar

    Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

    Di Antara Kata, Kita Bertumbuh.

    PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
    NPP: 3371011L1000001

    • Informasi
    • Layanan
    • Pustakawan
    • Area Anggota

    Tentang Kami

    Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01

    Cari

    masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

    Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

    © PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG | NPP: 3371011L1000001