Ayah | PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
Beranda Tentang Kami Berita
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    Pencarian
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • Bursa Efek Indonesia
    Alat
    • Mendeley
    • Zotero
    • Publish or Perish
    • Vos Viewer
    Sumber Belajar
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
  • Bantuan
    • Member Area
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Berita
    • Bantuan

    PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

    NPP: 3371011L1000001


    Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.


    Pencarian Lanjutan
    Pencarian Spesifik

    Ayah

    Andrea ; Hirata - Nama Orang;

    Text · 2017

    Sabari memiliki 3 sahabat yaitu Ukun, Tamat, dan Toharun yang selalu bersama dengan kekonyolannya. Sabari awalnya tidak tertarik dengan yang namanya cinta, tetapi setelah Marlena memberikan sebuah pensil sebagai hadiah karena Marlena mengambil kertas jawabannya, sejak itu Sabari berubah 180° dari biasanya. Sabari memang pandai berpuisi karena diwarisi dari ayahnya dan dia selalu membuatkan puisi cinta untuk Lena, tetapi Lena terus menolak dan bahkan menghinanya karena Sabari sama sekali bukan tipe laki-laki idaman Lena.

    Kemudian Sabari memutuskan untuk bekerja di perusahaan batako milik Markoni, ayahnya Lena, hanya untuk mendekati anaknya. Semua yang dilakukan Sabari itu sia-sia, ternyata Lena sering gonta-ganti pasangan dan pulang larut malam. Suatu hari, Sabari mendengar Lena bertengkar dengan ayahnya, pertengkaran itu karena ayahnya mengetahui bahwa Lena terjerumus dalam pergaulan bebas. Sabari yang mendengar hal itu kemudian mengorbankan dirinya untuk menikahi Lena. Ayah Marlena pun setuju. Tak lama kemudian Lena melahirkan seorang anak yang tidak tahu siapa ayahnya. Dan sejak itu Lena sering tidak pulang ke rumah dan dia pun menceraikan Sabari. Sabari pasrah yang penting anak itu selalu bersamanya, karena Sabari sangat menyayanginya dan anak itu diberi nama Zorro.

    Zorro mempunyai kelembutan hati dan kebesaran jiwa yang diturunkan oleh Sabari. Suatu ketika, Zorro berumur sekitar 3 tahun bermain di taman bersama Sabari, dan Lena pun datang bersama laki-laki lain untuk mengambil Zorro secara paksa. Setelah kejadian itu, Sabari menjadi kehilangan segalanya, mulai dari istri, anak, semangat hidupnya bahkan kesadarannya. Setelah bercerai dengan Sabari, Lena menikah dengan laki-laki secara berturut-turut dan sudah berapa kali dia pindah dari satu kota ke kota yang lain tak lupa selama itu juga Zorro bersamanya. Karena terlalu putus asa, Sabari akhirnya menuliskan pesan di kaki penyu, dan menulis di layang-layang kemudian diterbangkannya berharap ada orang yang membaca pesannya dan mengembalikan Zorro kepadanya. Sampai-sampai Sabari pernah ditemukan di pasar dengan pakaian yang kumal dan tertawa jika melihat orang lain sedih, begitu pun sebaliknya. Melihat Sabari seperti itu, dua sahabatnya yakni Ukun dan Tamat rela pergi mencari Zorro dan Lena ke Sumatera dengan modal tekad dan surat-surat yang pernah Lena kirim ke Zuraida, sahabatnya.

    Setelah sekian lama berkelana di pulau Sumatra akhirnya Tamat dan Ukun berhasil menemukan Zorro dan Marlena kemudian membawanya pulang ke Belitong. Sabari sangat senang karena hampir delapan tahun tidak bertemu dengan anaknya yaitu Zorro. Akhir cerita, pada tahun 2013 Sabari meninggal dunia, makamnya sering dilihat orang karena di pusarannya terdapat puisi biarkan aku mati dalam keharuman cintamu. Pada tahun 2014 sebelum meninggal Lena berpesan kepada Amiru kalau dia ingin di makamkan di dekat makam Sabari dan menulis sesuatu yaitu purnama kedua belas.

    Penanda Bagikan
    Image of Ayah

    About this edition
    Edisi: 20
    ISBN/ISSN: 9786022911029
    Page count: 412 ; 20,5 cm
    Published: 2017
    Format: -
    Penerbit: Bentang Pustaka,
    Bahasa: Indonesia
    Ketersediaan
    #
    My Library (Rak Buku) 813 AND a
    00000003452
    Tersedia
    Subjek
    novel keluarga
    Fiksi
    Versi lain/terkait

    Tidak tersedia versi lain

    Lampiran Berkas
    Tidak Ada Data
    Komentar

    Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

    Di Antara Kata, Kita Bertumbuh.

    PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
    NPP: 3371011L1000001

    • Informasi
    • Layanan
    • Pustakawan
    • Area Anggota

    Tentang Kami

    Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01

    Cari

    masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

    Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

    © PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG | NPP: 3371011L1000001