Emak : Penuntunku dari Kampung Darat sampai Sorbonne | PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
Beranda Tentang Kami Berita
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    Pencarian
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • Bursa Efek Indonesia
    Alat
    • Mendeley
    • Zotero
    • Publish or Perish
    • Vos Viewer
    Sumber Belajar
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
  • Bantuan
    • Member Area
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Berita
    • Bantuan

    PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

    NPP: 3371011L1000001


    Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.


    Pencarian Lanjutan
    Pencarian Spesifik

    Emak : Penuntunku dari Kampung Darat sampai Sorbonne

    Daoed Joesoef - Nama Orang;

    Text · 2003

    Kisah sejati yang menggugah dan patut diteladani tentang hubungan kasih sayang yang abadi antara seorang anak dan ibunya.

    Daoed Joesoef adalah mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1983) yang sejak kecil gemar belajar. Saat beranjak dewasa, dia sengaja merantau, meninggalkan kampung halaman, semata-mata untuk memburu ilmu pengetahuan. Daoed JOESOEF menyadari, tuntunan ibunyalah yang telah mengubah dirinya dari sekadar anak Kampung Darat di Medan, Sumatera Utara, menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar Docteur d'etat es sciences economiques dari Universités Pluridisciplinaires Pantheon-Sorbonne di Paris, Perancis. Emak di Medan dan sekitarnya adalah sebutan untuk Ibu.

    Emak dari Daoed JOESOEF adalah seorang perempuan yang tak pernah mengenyam pendidikan formal non religius, namun amat menyadari kemuliaan panggilan alami keibuan. Dia menghayati pesan Rasulullah agar manusia menuntut ilmu pengetahuan dan belajar seumur hidup. Sang ibunda ini membesarkan anak-anaknya dengan cinta kasih, kearifan, pengertian, dan tanggung jawab yang tinggi. Dia mengajarkan anak-anaknya agar selalu memperhatikan nasib sesama manusia dan menjaga kelestarian alam. Dia adalah perempuan yang lemah lembut, feminin, dan santun, namun bisa pula bersikap tegas dalam mempertahankan prinsip hidup. Karenanya, bagi Daoed JOESOEF, Emak adalah segala-galanya, jauh melebihi bidadari.

    Penanda Bagikan
    Image of Emak : Penuntunku dari Kampung Darat sampai Sorbonne

    About this edition
    Edisi: Cet. 4
    ISBN/ISSN: 978-979-709-486-7
    Page count: x+292 hlm.;14 cm x 21 cm
    Published: 2003
    Format: -
    Penerbit: PT Kompas Media Nusantara,
    Bahasa: Indonesia
    Ketersediaan
    #
    My Library (Rak Buku) (800) 899.221 DAO e c1
    00000008485
    Tersedia
    Subjek
    Sastra Indonesia
    sosial budaya
    Versi lain/terkait

    Tidak tersedia versi lain

    Lampiran Berkas
    Tidak Ada Data
    Komentar

    Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

    Di Antara Kata, Kita Bertumbuh.

    PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
    NPP: 3371011L1000001

    • Informasi
    • Layanan
    • Pustakawan
    • Area Anggota

    Tentang Kami

    Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01

    Cari

    masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

    Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

    © PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG | NPP: 3371011L1000001