Angklah | PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
Beranda Tentang Kami Berita
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    Pencarian
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • Bursa Efek Indonesia
    Alat
    • Mendeley
    • Zotero
    • Publish or Perish
    • Vos Viewer
    Sumber Belajar
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
  • Bantuan
    • Member Area
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Berita
    • Bantuan

    PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG

    NPP: 3371011L1000001


    Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.


    Pencarian Lanjutan
    Pencarian Spesifik

    Angklah

    Fahrul Rochman - Nama Orang;

    Text · 2023

    Blurb
    Tinggal di salah satu desa terpencil membuat Badhra tumbuh sebagai seorang laki-laki penurut. Kecintaanya pada seni tari selalu ia tutupi dan ia simpan sendiri. Namun Badhra selalu merasa kalau ia dihantui oleh sosok penari yang tidak ia kenal. Hampir setiap malam, ia bermimpi tentang sosok tersebut. Saat Badrha ingin mencari tahu siapa sosok penari itu, satu per satu rahasia keluarganya terbongkar: Bisakah Badhra menghadapi kenyataan pahit rahasia yang disembunyikan keluarganya?

    Prolog
    Di sebuah desa yang terletak di pedalaman Jawa Barat, hiduplah sepasang suami istri muda. Sang istri yang bernama Ening merupakan salah satu penari terbaik di desa itu, sementara sang suami, Ageng, merupakan penabuh gamelan tersohor. Dengan peran yang penting di Desa Ambarsari, hampir seluruh penduduk desa segan pada mereka. Tidak ada yang berani melawan ataupun meragukan kata-kata Ening dan Ageng, tapi semua berubah ketika Ening mengandung anak pertama mereka. Desa Ambarsari memang terkenal dengan tarian Kalasirna. Dan tarian itu bukanlah sembarang tarian. Tarian Kalasirna hanya bisa diwarisi melalui garis keturunan penduduk Desa Ambarsari dan hanya bisa diwarisi oleh anak perempuan tertua di dalam keluarga. Anak-anak perempuan sudah diajarkan menari sejak umur 9 tahun. Bahkan guru menari yang ada di desa ini, haruslah berasal dari keturunan desa.

    Penanda Bagikan
    Image of Angklah

    About this edition
    Edisi: -
    ISBN/ISSN: 9786022207061
    Page count: iv+220hlm.;13x19cm
    Published: 2023
    Format: -
    Penerbit: PT. Bukune Kreatif Cipta,
    Bahasa: Indonesia
    Ketersediaan
    #
    My Library (Rak Buku) (800) 813 FAH a
    00000008720
    Tersedia
    Subjek
    fiksi indonesia
    novel horror
    Jurnal risa
    Versi lain/terkait

    Tidak tersedia versi lain

    Lampiran Berkas
    Tidak Ada Data
    Komentar

    Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

    Di Antara Kata, Kita Bertumbuh.

    PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG
    NPP: 3371011L1000001

    • Informasi
    • Layanan
    • Pustakawan
    • Area Anggota

    Tentang Kami

    Perpustakaan Huda Assyifa dirintis bersamaan dengan berdirinya MAN Kota Magelang. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 137 tanggal 11 Juli 1991 Madrasah Aliyah Negeri Parakan Temanggung Filial di Kota madya Magelang menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN 1 ) Kota Magelang dan mulai tahun 1996 pindah di Jalan Raya Payaman Nomor 01

    Cari

    masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

    Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

    © PERPUSTAKAAN HUDA ASSYIFA | MAN KOTA MAGELANG | NPP: 3371011L1000001