Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Teladan Tarbiyah : Dalam Bingkai Arkanul Bai'ah
Deskripsi
Buku yang menyentuh, banyak kisah inspiratif di dalamnya, dengan gaya bahasa mudah dipahami, detail cerita bisa membuat hati makin CINTA dengan sosok Nabi Muhammad, para sahabat, sampai tokoh tokoh yang diceritakan oleh penulisnya.
Nah, kali ini saya ingin berbagi garis besar buku ini yang menjelaskan detail tentang rukun baiah. Selamat membaca!
Al Fahmu, rukun ke-1
Maka, ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang Haq) melainkan Allah. (Muhammad, 19)
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Al Isra, 36)
Yang kami maksud Al Fahmu adalah Anda yakin bahwa fikrah (pandangan) kami adalah fikrah islamiyah yang solid dan tangguh, serta Anda memahami Islam seperti apa yang kami pahami dalam duapuluh prinsip (al ushuul isyrin). [Hasan Al Banna]
“Benarnya kepahaman dan baiknya tujuan merupakan nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Tiada nikmat yang lebih utama setelah nikmat Islam melebihi kedua nikmat tersebut. Dengannya seorang hamba dapat terhindar dari jalan orang-orang yang dimurkai, yaitu orang-orang yang buruk tujuannya dan jalan orang-orang yang sesat (orang-orang yang buruk pemahamannya).
Sebaliknya mereka akan menjadi orang-orang yang diberi nikmat, yaitu orang-orang yang baik pemahaman dan tujuannya. Merekalah orang-orang yang terbimbing ke jalan lurus, yang kita semua diperintah untuk memohonnya setiap kali shalat. Benarnya kepahaman merupakan cahaya yang disemayamkan Allah dalam hati hamba-Nya. Dengannya, seorang hamba dapat membedakan antara yang haq dan yang buruk, yang haq dan bathil, petunjuk kesesatan, penyimpangan dan kelurusan..” (Ibnul Qayyim)
Nah, kali ini saya ingin berbagi garis besar buku ini yang menjelaskan detail tentang rukun baiah. Selamat membaca!
Al Fahmu, rukun ke-1
Maka, ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang Haq) melainkan Allah. (Muhammad, 19)
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Al Isra, 36)
Yang kami maksud Al Fahmu adalah Anda yakin bahwa fikrah (pandangan) kami adalah fikrah islamiyah yang solid dan tangguh, serta Anda memahami Islam seperti apa yang kami pahami dalam duapuluh prinsip (al ushuul isyrin). [Hasan Al Banna]
“Benarnya kepahaman dan baiknya tujuan merupakan nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Tiada nikmat yang lebih utama setelah nikmat Islam melebihi kedua nikmat tersebut. Dengannya seorang hamba dapat terhindar dari jalan orang-orang yang dimurkai, yaitu orang-orang yang buruk tujuannya dan jalan orang-orang yang sesat (orang-orang yang buruk pemahamannya).
Sebaliknya mereka akan menjadi orang-orang yang diberi nikmat, yaitu orang-orang yang baik pemahaman dan tujuannya. Merekalah orang-orang yang terbimbing ke jalan lurus, yang kita semua diperintah untuk memohonnya setiap kali shalat. Benarnya kepahaman merupakan cahaya yang disemayamkan Allah dalam hati hamba-Nya. Dengannya, seorang hamba dapat membedakan antara yang haq dan yang buruk, yang haq dan bathil, petunjuk kesesatan, penyimpangan dan kelurusan..” (Ibnul Qayyim)
Informasi Detail
- Penerbit
- Surakarta : Auliya Press,., 2006
- Deskripsi Fisik
- 211
- Bahasa
- Indonesia
- Klasifikasi
- 297.50
- Edisi
- 1
- Subjek
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar